15 Februari 2007
Sumber: www.pravdareport.com

Militer Rusia dilanda perbudakan seks dan pelacur pria.

Menurut International Panel for Struggle against Sexual Exploitation PBB, militer Rusia sedang dilanda pelacuran pria. Cukup dengan sedikit uang seseorang dapat menjumpai prajurit-pelacur Rusia di pusat Moskow.

Tentara-tentara Rusia menjadi pelacur pria untuk beragam alasan. Mereka adalah pemuda yang dengan sukarela menawarkan kesenangan seks kepada klien-klien homoseksual; sedangkan yang lainnya dipaksa masuk pelacuran. Para pendatang baru, terutama mereka yang menamatkan SMU sebelum bergabung dengan militer, lebih sering mengalami pelecehan seksual dibanding yang lain. Prajurit berani berusaha melindungi kehormatan dan hak mereka, walaupun tak ada yang membantu: para komandan dan pejabat militer mungkin sering pula terlibat dalam bisnis seks.

“Saat saya sedang berjaga, dua penggertak menghampiri saya dan mendesak saya ke gudang penyimpanan, kenang seorang prajurit yang bertugas di salah satu satuan militer Moskow. “Mereka memperkosa saya di sana secara bergiliran. Rasanya menyakitkan dan menjijikkan. Mereka tak butuh waktu lama, tapi keesokan harinya saya mulai memperhatikan, prajurit-prajurit lain memandang saya dengan aneh. Serta-merta saya sadar, para bajingan itu memberitahu semua orang apa yang sudah mereka perbuat terhadap saya. Suatu hari seorang perwira mendatangi saya dan berkata terus-terang: “Besok kau akan melayani dua klien.” Saya tahu, kalau menjawab “tidak”, saya akan menghabiskan hari-hari terakhir saya dengan meludah darah. Tapi saya tetap berkata “tidak”. Ketika perwira itu mendengarnya, dia mengeluarkan gambar-gambar saya sedang diperkosa di gudang penyimpanan. “Kalau kau tidak melayani klien, ibumu akan melihat gambar-gambar ini,” katanya. “Saya dipaksa masuk pelacuran,” ujar sang prajurit.

Seorang tentara lain, yang disebut dengan nama Ilya saja, menjadi pelacur pria semasa bulan kedua di militer. Pemuda ini menerima surat dari kekasihnya. “Hari itu sersan bilang saya takkan butuh lagi perempuan. Dia dan tiga orang lain memaksa saya ke belakang barak, menuju lokasi konstruksi yang terbengkalai. Mereka menyuruh saya berlutut, mengikat saya ke tiang lampu dan memukul kunci paha saya beberapa kali. Sakit sekali. Saya sampai kehilangan kemauan untuk melawan. Mereka membuka mulut saya dan memperkosa saya. Saya tak ingat berapa lama itu berlangsung. Begitu siuman, saya tak mau hidup lagi. Saya serius berpikir untuk bunuh diri. Saya syok, para pemerkosa itu rutin mengunjungi saya setelah itu, membawakan buah dan vodka untuk saya. Akhirnya mereka menjadikan saya pelacur,” ungkap Ilya.

Ada banyak insiden di mana para prajurit lebih memilih mengucapkan selamat tinggal kepada hidup mereka karena tak sanggup menanggung penghinaan. Namun, pejabat militer seringkali menyatakan bahwa kisah-kisah semacam ini terjadi akibat ketidakseimbangan pikiran prajurit.

Prajurit Aleksey I. dari kotak Taganrog juga hendak bunuh diri. Dia menulis surat kepada ibunya: “Halo, Mom. Aku habis diperkosa seperti perempuan jalang. Sudah kuputuskan untuk bunuh diri. Tolong maafkan aku. Aku akan gantung diri, agar tak ada lagi yang menyebutku perempuan jalang. Kalau adik-adikku ikut masuk militer, aku akan mengutukmu. Aku tak mau hidup seperti gay. Aku benci diriku sendiri.” Upayanya untuk bunuh diri gagal. Kini dia menjadi pasien di rumah sakit jiwa.

Para germo berseragam mempunyai sasaran menjatuhkan prajurit dan menghinakannya. Jika berhasil, mereka menjadikannya pelacur pria pasif atau aktif (yang aktif lebih mahal). Prajurit-prajurit pelacur di Rusia dibagi ke dalam tiga kelompok: pingitan, bocah jalanan, dan afiliasi.

Bocah jalanan adalah pelacur pria paling lumrah dan murah di militer Rusia. Mereka bisa dijumpai di banyak tempat di Moskow pada akhir pekan. Saat cuti, bocah-bocah jalanan ini keluyuran di ibukota, mencari klien dan menawarkan jasa seks. Pada dasarnya mereka dapat ditemukan di pusat Moskow: Jalan Tverskaya, alun-alun di depan Pushkinsky Cinema, dan di Alexandrov Garden dekat Red Square. Terkadang mereka juga dijumpai di stasiun-stasiun kereta. Mereka mencoba menebak orientasi seks klien potensial dan menghampirinya sambil meminta rokok atau sedikit uang. Terkadang mereka meminjam ponsel untuk menghubungi rumah. Perhatian sedikit kepada prajurit semacam ini sudah cukup membuatnya mulai merayu klien. Obrolan biasanya berakhir dengan aksi oral cepat di toilet sekitar.

“Bocah jalanan tidak meminta banyak uang. Mayoritas mereka datang ke Moskow dari provinsi-provinsi di Rusia. Mereka siap berbuat apa saja demi semangkuk sup atau rokok,” kata seorang klien (dia meminta disebut sebagai Igor). “Saat kembali ke satuan militer, mereka berbagi penghasilan dengan para penggertak, yang kemudian berbagi dengan para perwira,” ungkapnya.

Tak seperti bocah jalanan, kelompok pingitan tidak menghabiskan waktu mereka berkeliling Moskow dan mencari klien. Mereka berkumpul di tempat-tempat tertentu yang dikenal oleh klien-klien potensial—contohnya monumen para pahlawan Plevna, atau dikenal sebagai Pleshka.

Pleshka merupakan tempat paling terkenal di lingkungan homoseksual Moskow. Para gay terlihat di sana sepanjang hari, walaupun pelacur gay dan germo mereka muncul di waktu malam. Sebagian dari mereka mengenakan seragam militer dan mengaku prajurit. “Profesional” semacam ini meminta $300, padahal tentara asli di Pleshka meminta bayaran hanya 20 sampai 30 dolar.

Pelacur militer afiliasi adalah kelompok berpenghasilan paling besar dibanding kedua kelompok di atas. Mereka “berdinas” di satuan-satuan militer mereka sendiri, menanti klien di barak-barak.

Mencari agen untuk menjalin kontak dengan pelacur militer tidaklah sulit. Ada beberapa situs di internet Rusia yang memuat daftar iklan cukup banyak. Namun, menempuh petualangan gay di militer bisa beresiko. Dianjurkan untuk tidak memperlihatkan uang kepada para prajurit sebelum berhubungan seks. “Jika mereka melihat uangnya, mereka akan membunuh Anda tanpa berpikir dua kali. Lima ratus rubel ($20) adalah angka yang besar di militer,” kata seseorang yang ingin tetap anonim.

Cover illustration: Russian military parade, April 2008 — Yuri Kochetkov/EPA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s