23 Januari 2011
Sumber: www.lonelyconservative.com

Saya tidak selalu suka The History Channel, tapi malam ini saya menyetel acara khusus mereka tentang Hitler dan Third Reich. Pada satu titik terdapat sorotan ringkas bahwa di akhir Perang Dunia II, beberapa warga Jerman masih ingat mendengar jeritan kaum wanita sedang diperkosa oleh Tentara Merah.

Saya muak setiap kali mendengar para pembela komunisme, dan kemudian mendengar cerita-cerita seperti ini. Jadi saya pun berpikir untuk mengetikkan “tentara merah memperkosa wanita Jerman” di Google dan ingin tahu apa yang bisa saya temukan. Hasilnya hampir seperempat juta, tapi ada dua yang menarik perhatian saya.

The Guardian: Mereka memperkosa setiap perempuan Jerman berusia 8 sampai 80 (Tapi bukan wanita Jerman saja yang mereka perkosa.)

Seruan untuk membalaskan dendam Ibu Pertiwi, yang dilanggar oleh invasi Wehrmacht, telah memberi pemikiran bahwa hampir kekejaman apapun diperbolehkan. Bahkan banyak prajurit wanita muda dan staf medis di Tentara Mereka tidak mencela. “Perilaku para prajurit kami terhadap orang Jerman, khususnya wanita Jerman, sudah tepat!” kata seorang prajurit 21 tahun dari detasemen pengintaian pimpinan Agranenko. Sejumlah prajurit menganggapnya hiburan. Beberapa perempuan Jerman mencatat bagaimana para prajurit wanita Soviet menonton dan tertawa saat mereka diperkosa. Tapi sebagian wanita tergoncang hebat oleh apa yang mereka saksikan di Jerman. Natalya Gesse, teman dekat ilmuwan Andrei Sakharov, melihat langsung aksi Tentara Merah pada 1945 sebagai koresponden perang Soviet. “Prajurit-prajurit Rusia memperkosa setiap perempuan Jerman berusia 8 sampai 80,” kisahnya kemudian. “Mereka pasukan pemerkosa.”

Minuman segala jenis, termasuk bahan kimia berbahaya yang dirampas dari laboratorium dan bengkel, merupakan faktor utama kekerasan tersebut. Seolah-olah para prajurit Soviet butuh dorongan alkohol untuk menyerang wanita. Tapi kemudian, karena keseringan, mereka minum terlalu banyak. Tak mampu menyelesaikan aksi, mereka justru meminum botol berefek mengerikan. Sejumlah korban dimutilasi secara cabul.

Laporan ini kemudian mencatat bahwa perilaku binatang tentara Soviet tersebut mungkin disebabkan oleh para pemimpin komunis yang berusaha memberangus nafsu birahi. Teori ini menyebut, mereka ingin rakyat tak memberi kesetiaan atau cinta pada selain negara. Rupanya, para pemimpin itu tak kenal tulisan-tulisan Antonio Gramsci. Saya rasa mereka terlalu asyik dengan perang. Biar bagaimanapun, tak ada dalih.

Simak cerita ini, yang memperkirakan sebanyak 2 juta perempuan Jerman diperkosa oleh pasukan Soviet.

Akhir Juli 1945, Ruth Schumacher berusia 19 tahun diperkosa oleh empat prajurit Rusia, nasib yang dialami juga oleh kira-kira 2 juta perempuan di Jerman yang, di akhir Perang Dunia II, tiba-tiba berhadapan dengan tentara Soviet. Selama berdekade-dekade, kebanyakan perempuan ini tak menceritakan apa yang telah terjadi—di masa pasca perang, dihadapkan dengan kejahatan Nazi, tak ada yang berani menyoroti penderitaan Jerman.

“Di Jerman Barat, topik ini tabu karena orang Jerman dianggap bersalah atas perang tersebut,” kata Sibylle Dreher, anggota Association of German Expellees. “Sementara di Jerman Timur dudukan Soviet, masyarakat tak dibolehkan menceritakan penganiayaan yang dilakukan tentara Soviet.”

Bagaimanapun Anda mengirisnya, kalau soal kekejian, kaum komunis mengalahkan Nazi dalam pelanggaran HAM. Siapapun hari ini yang membela atau mempromosikan komunisme berarti membela sejarah ini. Tak ada bedanya dengan membela Nazisme. Kalau soal “isme”, entah itu komunisme atau Nazisme, pemerosotan nilai individu merupakan inti filsafat mereka.

Ada satu hal yang perlu diingat: sebelum perang, Presiden Franklin Delano Roosevelt mengagumi kebijakan Nazi dan Soviet karena menurutnya mereka tahu cara membereskan masalah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s