Oleh: Tom Zeller Jr.
13 Februari 2007
Sumber: nytimes.com

Menurut beberapa laporan, pihak berwenang Rusia sedang menyelidiki klaim bahwa para wamil belia dipaksa melakukan pelacuran. Ini merupakan kabar terbaru dalam serentetan skandal yang melanda militer Rusia, kali ini diungkapkan oleh kelompok Soldiers’ Mothers, sebuah organisasi HAM yang berdedikasi membeberkan penyimpangan di dalam militer.

Tentara Rusia
Beberapa wamil Rusia menuduh prajurit senior memaksa mereka melakukan pelacuran. (Foto: EPA)

Menurut Associated Press, seorang anggota kelompok Soldiers’ Mothers di St. Petersburg, Lyubov Yezheleva, mendengar tuduhan-tuduhan penganiayaan seksual dari seorang wamil berumur 20 tahun:

“Dia bilang dirinya dipaksa melakukan pelacuran pria oleh sesama prajurit yang memukulinya dan menuntutnya mencari uang untuk mereka,” kata Yezheleva. Dia menyatakan wamil ini berdinas di satuan pasukan dalam negeri No. 3727, di pusat St. Petersburg dekat museum seni Hermitage yang terkenal.

Dia menolak menyebutkan nama si wamil karena khawatir dengan keselamatannya.

“Patut disesalkan, ini bukan satu-satunya kasus prajurit dipaksa masuk pelacuran pria,” ujar Yezheleva. Dia mengungkapkan, seorang prajurit lain yang berdinas di St. Petersburg pernah membuat klaim serupa di tahun 2005.

Ketua Soldiers’ Mothers, Valentina Melnikova, menyatakan klaim-klaim tersebut “tidak luar biasa sama sekali”.

Hari ini BBC News mencatat bahwa kasus ini menyusul skandal Andrei Sychev tahun lalu. Sychev merupakan tamtama Angkatan Darat yang mengalami penyiksaan, hingga menimbulkan sorotan terhadap sistem perpeloncoan militer di Rusia yang sudah lepas kendali. Dari BBC:

[Tamtama] Sychev dipaksa berjongkok selama beberapa jam oleh sesama prajurit dan kemudian diikat ke sebuah kursi dan dipukuli secara brutal setahun lalu.

Akibatnya, kaki dan kemaluannya terjangkit gangren, sampai harus diamputasi.

Kini lumpuh permanen, Tamtama Sychev baru saja mengumumkan akan menulis buku tentang pengalaman beratnya.

Kasus-kasus semacam ini telah menimbulkan sorotan terhadap kondisi mengerikan yang diderita beberapa personil Rusia pada saat Rusia sedang mencari peran lebih besar di pentas dunia.

Sebagaimana dicatat oleh Associated Press, “Semua pria Rusia berumur antara 18 s/d 27 diwajibkan oleh undang-undang untuk berdinas di militer beranggotakan 1,2 juta prajurit, tapi baru sekitar 9% yang dipanggil wajib militer. Sisanya menghindari ancaman wajib militer dengan mendaftar kuliah, dibebaskan dengan alasan kesehatan—seringkali dipalsukan—atau cukup dengan menyogok.”

Cover illustration: Russian servicemen at the Victory Day military parade — Grigory Dukor/Reuters

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s