Otoritas Iran Ancam Perkosa Jurnalis Warga Lantaran Aktivitasnya di Facebook

12 Juni 2015
Sumber: www.iranhr.net

Hari itu 27 Januari 2015, Naghmeh Shahi Savandi, seorang jurnalis warga dari Kerman, pulang dari berbelanja dan dihadapkan dengan agen-agen keamanan. Di depan ibu, bibi, dan anak-anaknya, para agen menggerebek rumahnya dan menyita komputer, hard disk, dan CD-CD miliknya; mereka juga menyita barang-barang pribadi suaminya. Mereka membawa surat penahanan untuk Naghmeh, dia diborgol dan ditutupi matanya dan digiring ke sebuah kendaraan. Di dalam mobil mereka menyuruhnya merunduk selagi dia dibawa ke sebuah pusat detensi di mana mereka menahannya selama satu malam. Esok harinya Naghmeh dibawa ke pengadilan untuk menerima tuduhan terhadapnya. Hakim menuduhnya berusaha menginfiltrasi Republik Islam, lalu dia dipindahkan ke sebuah penjara.

Naghmeh diikat ke ranjang dan dilecehkan secara seksual oleh pihak berwenang. Selanjutnya dia dipindahkan ke Evin di Teheran di mana dia menjalani 75 hari pengurungan terpisah. Pihak berwenang menahannya di bangsal 2A, sebuah area penjara yang tidak masuk yurisdiksi penjara dan dikelola sepenuhnya oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Naghmeh melukiskan selnya begitu sempit, bila dia berbaring hanya ada jarak 20 cm antara ujung kakinya dan tembok. Dia diperingatkan oleh para sipir untuk tidak bicara, menjerit, berteriak, atau mengangkat suara dengan cara apapun. Naghmeh mengaku disiksa secara psikologis oleh para penginterogasi.

Pada saat interogasi, Naghmeh mendapati tujuh temannya juga ditangkap dengan tuduhan yang sama dan ditahan di Penjara Evin. Nama mereka adalah: Massoud Ghassemkhani, Mehdi Reyshahri, Roya Saberinejad, Fariborz Kardarfar, Amir Golestani, Amin Akramipour, dan Massoud Seyed Talebi.

Dia ingat, para penginterogasi mengancam dan menghinanya sambil terus-menerus bertanya tentang dirinya dan aktivitas temannya di Facebook. Mereka memperlihatkan foto-foto keluarganya yang dia pajang di Facebook dan menginterogasinya selama berjam-jam mengenai mereka sambil mengupas penampilan fisiknya. “Mereka bilang: ‘Kau tak perlu melakukan aktivisme, seharusnya kau menjadi….’ Saya tak ingin bercerita lebih banyak selain bahwa mereka membicarakan bagian-bagian tubuh saya dan menghina saya.”

Bahkan setelah dibebaskan, kenangan pahit penangkapan dan hari-harinya di penjara masih melekat: “Mereka mempunyai sistem dalam interogasi di mana mereka berhasil menemukan titik kelemahan Anda. Mereka bermain polisi baik dan polisi jahat. Mereka bermain-main dengan pikiran saya sampai-sampai saya sering merasa sudah bereaksi terlalu keras terhadap penginterogasi. Mereka berbuat hal-hal yang, setelah saya dibebaskan dari penjara, membuat saya merasa tidak seperti dulu lagi. Selama interogasi mereka memperlihatkan hal-hal yang sulit dipercaya. Mereka memiliki banyak foto saya sedang berjalan di jalan raya. Mereka mengawasi setiap gerak-gerik saya. Mana bisa saya mempercayai orang lagi?”

Mereka menginginkan video rekaman pengakuan dari Naghmeh. Para penginterogasi ingin dia mengakui bahwa dirinya tenggelam dalam dunia virtual dan merusak hidupnya. Mereka berjanji takkan merilis pengakuannya ke publik, mereka bilang itu diperlukan untuk proses dokumentasi semata. Mereka menyiksa Naghmeh selama berjam-jam sampai dia tak tahan lagi dan mengatakan apa yang ingin mereka dengar.

Persidangan Naghmeh diadakan di Pengadilan Revolusi Teheran cabang 28 dengan Hakim Ketua Moghiseh. Dia dituduh membuat laman-laman Facebook dan menyebarkan informasi tentang pelanggaran HAM di Iran. Hakim menjatuhinya 7 tahun dan 91 hari penjara atas penyebaran [materi] menentang rezim, menghina Ayatullah Khomeini (pendiri dan Pemimpin Tertinggi pertama Republik Islam Iran) dan menghina Ayatullah Khamenei (Pemimpin Tertinggi saat ini). Pengadilan juga mengeluarkan vonis penjara aneh kepada teman-temannya.

Naghmeh menceritakan peristiwa persidangannya: “Hakim Moghiseh tidak mengizinkan saya atau teman-teman saya untuk membela diri di persidangan. Mereka bahkan tak mengizinkan kami mendapat pengacara. Saya hadir di pengadilan sejak pagi hari, mereka membawa kami satu persatu dari Penjara Evin. Salah satu teman saya mencoba bicara di persidangan, tapi Hakim Moghiseh melempar gelas padanya dan berkata bahwa dia tak boleh bicara. Kenapa seorang hakim harus bertindak seperti ini? Bukankah seharusnya kami membela diri di persidangan? Mereka memperlakukan kami seperti ini sepanjang proses pengadilan dan bahkan mengancam menangkap ibu salah satu teman saya.”

Naghmeh dibebaskan dengan uang jaminan pada 14 Maret 2015, tapi mereka memanggilnya ke penjara berkali-kali setelah itu. “Penginterogasi saya sering menelepon dan bertanya apa saya merindukannya. Mereka bahkan pernah menginterogasi saya selama berjam-jam setelah saya dibebaskan, mereka mengancam memutarbalikkan informasi dalam berkas perkara saya sedemikian rupa agar pengadilan mengeluarkan hukuman mati untuk saya. Dia bilang, dia bisa berbuat apa saja.”

Karena takut akan keselamatan dirinya, Naghmeh memutuskan meninggalkan Iran bersama anak-anaknya. Kini menjadi pencari suaka yang bukan termasuk tahanan politik terkenal Iran, Naghmeh khawatir kasusnya takkan mendapat perhatian dunia dan dia serta anak-anaknya akan dibiarkan sendirian. Dia bilang hidupnya sudah hancur.

Suami Naghmeh meninggalkannya sejak dia ditangkap. Dia bilang, suaminya tak sanggup menanggulangi kemungkinan bahwa dia diperkosa di penjara. “Saya diancam diperkosa dan saya hidup dengan ketakutan diperkosa, tapi saya tak pernah diperkosa.” Naghmeh menyatakan, ketidakpahaman akan situasinya tidak terbatas pada suaminya saja. “Saat dibebaskan dari penjara, saya dihadapkan dengan keluarga dan teman-teman. Siapapun yang saya jumpai akan bertanya apa saya diperkosa, bukan apa saya baik-baik saja.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s