Kejahatan Senyap Rezim Assad – Pemerkosaan Masal Sistematis

18 Desember 2014
Sumber: www.humanpains.com

Bukti terus menumpuk bahwa rezim Assad menggunakan pemerkosaan—terhadap anak perempuan di depan ayahnya, isteri di depan suaminya—sebagai senjata bertarget untuk mengendalikan, mengintimidasi, dan menghinakan sepanjang berlangsungnya konflik.

Rupanya pemerkosaan dimanfaatkan selama konflik ini dengan cara kreatif dan sangat menghancurluluhkan jiwa. Selain memperkosa tahanan, para anggota Shabiha atau tentara Suriah dikabarkan melakukan pemerkosaan terhadap anggota keluarga atau perempuan lain di depan tahanan. Bocah-bocah cilik juga turut diperkosa selama ditahan di pusat detensi pemerintah.

Kepala Syrian League for Human Rights, Abdel Karim Rihaoul, tidak menyimpan keraguan sedikitpun: “Itu pilihan politik yang diambil untuk menghancurkan orang-orang. Teknik, sadisme, penyimpangan: semuanya diorganisir secara cermat.

*****

Seorang gadis belia dari Hama, saat ini mengungsi di AS, sedang berada di rumah bersama tiga saudara lelakinya ketika para tentara menghambur masuk dan menyuruh mereka memperkosanya. Saudara pertama menolak; mereka memenggalnya. Saudara kedua menolak; dia mengalami nasib yang sama. Saudara ketiga menerima, mereka membunuhnya di atas sang gadis, yang kemudian mereka perkosa.

*****

Ibu empat anak berusia 27 tahun, lulusan manajemen, ditangkap di pos pemeriksaan di pinggiran Damaskus. Dia menghabiskan 38 hari di sebuah pusat detensi dinas intelijen angkatan udara, bersama sekitar 100 wanita lain.

“Saya sudah mengalami segalanya! Saya dipukuli, dicambuk dengan kabel baja, disundut dengan rokok di leher, disayat-sayat dengan silet di seluruh tubuh, disetrum di vagina. Setiap hari saya diperkosa sambil ditutup mata oleh beberapa orang yang berbau alkohol dan mematuhi perintah atasan mereka, yang selalu hadir di sana. Mereka berteriak: “Kau ingin kebebasan? Well, ini dia!”

*****

“Para gadis umumnya ditembak setelah setiap orang [prajurit] selesai [melampiaskan nafsu mereka],” kata prajurit Suriah. “Mereka ingin masyarakat sekitar tahu bahwa gadis-gadis itu sudah diperkosa, tapi mereka tak mau para gadis tetap hidup dan bisa mengenali mereka nantinya.”

*****

“Pasukan keamanan dan Shabiha membawa seluruh keluarga keluar setelah memusnahkan rumah kami,” ungkap seorang wanita bernama Amal kepada suratkabar pan-Arab, Al-Haya, Juni 2012. “Anak-anak perempuan saya ditelanjangi oleh mereka, diperkosa, lalu dibunuh dengan pisau. Mereka berteriak: ‘Kau ingin kebebasan? Ini jenis kebebasan terbaik.’”

*****

“Saya menyaksikan kurang-lebih 100 wanita ditelanjangi dan dipakai sebagai perisai manusia, dipaksa berjalan di segala sisi tank-tank militer selama pertempuran. Ketika tank-tank mereka berjalan mundur ke lingkungan Alawit, para wanita itu ikut menghilang.”

*****

Sekelompok prajurit Suriah datang ke rumah mereka di Homs, mengikat ayah dan saudara mereka, dan memperkosa tiga wanita di depan keduanya. Wanita ini menangis sambil terus melukiskan bagaimana setelah memperkosa, prajurit-prajurit itu membuka kaki mereka dan membakar vagina mereka dengan rokok, seraya mengatakan ini: “Kau ingin kebebasan? Inilah kebebasan.”

*****

Mereka membungkus kepalanya dengan karung dan menggiringnya ke besmen pusat detensi, di mana dia dilempar ke dalam sel gelap-gulita yang dipenuhi tikus. Dia menghabiskan dua hari dalam kurungan terpisah, tanpa makanan atau air, sebelum bergabung dengan dua wanita lain di sbeuah sel kecil di mana dia menghabiskan waktu enam bulan. “Kami tak bisa berbaring. Kami tak diizinkan membersihkan tubuh, bahkan di masa haid kami. Kami diperkosa setiap hari, seraya mereka bernyanyi: “Kami Alawit akan memusnahkan kalian.” Jika ada satu saja isyarat protes, kami akan terkena lecutan listrik pada vagina atau anus. Mereka memukuli saya sampai kaki saya patah. Menghitam. Keluarga tidak mendengar kabar saya selama enam bulan. Karena tidak bisa membaca atau menulis, saya menandatangani pengakuan dengan jari telunjuk.” Ketika dia dibebaskan, suaminya sudah pergi dengan mobil mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s