Para Gadis Yazidi “Diperkosa di Depan Umum” dan Dijual ke Pejuang ISIS Sebelum Dibebaskan

Oleh: Gianluca Mezzofiore
9 April 2015
Sumber: www.ibtimes.co.uk

Para anggota sekte minoritas Yazidi yang baru dibebaskan saling berpelukan di pinggiran Kirkuk. (Reuters)
Para anggota sekte minoritas Yazidi yang baru dibebaskan saling berpelukan di pinggiran Kirkuk. (Reuters)

Gadis-gadis Yazidi direnggut dari ibu mereka, dijual kepada pejuang IS, disiksa dan bahkan diperkosa di depan umum oleh lebih dari dua atau tiga jihadis sekaligus sebelum dibebaskan oleh Islamic State (ISIS) di utara Irak, demikian menurut keterangan mengerikan yang diceritakan setelah pembebasan mereka.

IS melepas 216 anggota minoritas Yazidi yang ditangkap oleh kelompok ekstrimis tersebut dalam serbuan dramatis terhadap Sinjar pada Juli 2014 dan membawa mereka ke perbatasan dengan Kirkuk yang dikuasai Kurdi, di desa Humayria. Kebanyakan sandera adalah wanita dan pria sepuh, tapi juga termasuk beberapa perempuan berusia pertengahan dan 55 anak-anak lelaki dan perempuan.

Menurut Tom Robinson dari Rise Foundation, yang bekerja untuk pengungsi di Kurdisan, para sandera dilepaskan setelah ditebus.

“Ini sering terjadi. Banyak uang mengalir untuk membeli kembali para wanita dan anak kecil yang ditangkap,” kata Robinson.

Kaum Yazidi dianggap sebagai “penyembah iblis” oleh kelompok ekstrimis Sunni tersebut, dan tinggal dalam komunitas-komunitas kecil yang tersebar di seluruh baratlaut Irak, baratlaut Suriah, dan tenggara Turki.

Ziyad Shammo Khalaf, yang bekerja dengan LSM lokal Yazda untuk memberi asistensi dan pertolongan pertama kepada kaum Yazidi yang disiksa, bercerita secara ekslusif kepada IBTimes UK bahwa setelah penculikan mereka di Sinjar, bocah-bocah lelaki dan perempuan diambil paksa dari para ibu dan “dibagikan di antara rumah-rumah” di Mosul dan Tal Afar, di mana mereka menetap selama lima bulan.

“Mereka diperlakukan secara buruk, mereka dipaksa masuk Islam dan shalat, dan mengucapkan syahadat (pernyataan beriman pada keesaan Allah dan nabi Muhammad]. Mereka juga diberi ceramah tentang Islam,” katanya.

Sebagian diperlakukan secara baik, tapi yang lain dipukuli dan disiksa karena menolak patuh pada kelompok jihad ini.

Diperkosa di depan umum

“Gadis-gadis direnggut dari ibu mereka. Jika para ibu memohon agar tidak mengambil puteri-puteri mereka, mereka dipukuli dan disiksa,” kata Shammo, yang juga Ketua Relief Committee Within Initiative for Ezidis around the World. Gadis-gadis itu juga diberikan sebagai hadiah kepada para pejuang IS dan suku-suku Arab yang loyal pada IS di Ramadi pasca kemenangan, seperti yang terjadi di Sinjar.

Para aktivis berusaha mencari kata-kata untuk melukiskan pengalaman seram yang harus dilalui gadis-gadis Yazidi di bawah penawanan IS.

“Jika Anda duduk bersama gadis-gadis ini, Anda akan menemukan cerita berlainan dari satu sama lain. Banyak dari mereka dijual ke pejuang ISIS, mereka diperkosa di […] depan umum, dan oleh lebih dari dua atau tiga orang sekaligus,” ungkap Shammo. “Mereka disiksa, dipukul, dan menjadi sasaran segala jenis kekerasan.”

Pekerja LSM lainnya yang memberi asistensi kepada kaum Yazidi, dan meminta tetap anonim, bercerita kepada IBTimes UK bahwa kondisi mental mereka “tak stabil” setelah diperkosa dan disiksa berulangkali.

Puluhan ribu orang Yazidi terpaksa kabur ke Kurdiistan Irak atau terdampar di Gunung Sinjar ketika kelompok jihadis ini menyerbu desa-desa Yazidi di utara Irak bulan Juli tahun lalu. Mereka yang tetap tinggal diberi opsi sederhana: masuk Islam atau mati.

Pasukan Peshmerga merebut Sinjar kembali di awal Desember 2014, setelah lama dikepung oleh para jihadis.

Pasar budak

Agama Yazidi merupakan kombinasi sinkretis Zoroastrianisme dengan Islam Sufi, berawal dari Mesopotamia kuno. Mereka percaya Tuhan dan tujuh malaikat melindungi dunia. Salah satu malaikat ini, bernama Malak Tawus dan diyakini berwujud merak di Bumi, diusir dari surga lantaran menolak membungkuk pada Adam.

Para anggota minoritas Yazidi yang baru dibebaskan sedang menunggu di sebuah jalan di pinggiran Kirkuk. (Reuters)
Para anggota minoritas Yazidi yang baru dibebaskan sedang menunggu di sebuah jalan di pinggiran Kirkuk. (Reuters)

Esktrimis Muslim memandang sosok tersebut sebagai “malaikat yang diusir” dan menganggap kaum Yazidi sebagai penyembah iblis dan kafir.

Laporan bahwa ratusan wanita dan gadis Yazidi dari suku Irak dipaksa menjadi budak oleh IS muncul setelah penculikan mereka. Sebuah video yang memperlihatkan para pejuang IS sedang membahas perdagangan wanita Yazidi sambil tertawa muncul pada bulan November lalu.

Kelompok jihadis ini mengakui dalam majalah Dabiq berbahasa Inggris bahwa mereka memperbudak dan menjual wanita dan anak-anak Yazidi, mengklaim perdagangan mengerikan ini sah atas dasar agama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s