27 Juli 2015
Sumber: www.christiantoday.com

Gereja Saksi Yehovah di Australia tidak lapor polisi perihal 1.000 lebih kasus pencabulan anak sejak 60 tahun silam, demikian yang didapat dari penyelidikan pemerintah terhadap pencabulan dan dampaknya hari Senin ini.

Saksi Yehovah

Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse Australia, yang diluncurkan pada 2013 di tengah tuduhan pencabulan anak berantai di Gereja Katolik Australia, mendapat mandat luas untuk memeriksa organisasi-organisasi keagamaan dan non-keagamaan.

Dalam pemeriksaan awal terhadap Saksi Yehovah di hari Senin, Angus Stewart, anggota dewan senior yang membantu komisi ini, melukiskan gereja tersebut sebagai sekte picik yang merancang aturan untuk mencegah pelaporan penganiayaan seksual.

“Akan disampaikan bukti ke hadapan Royal Commission bahwa dari 1.006 terduga pelaku pencabulan anak yang diidentifikasi oleh Gereja Saksi Yehovah sejak 1950, tak satupun dilaporkan ke otoritas negara,” katanya.

“Ini mengindikasikan bahwa Gereja Saksi Yehovah punya praktek menyimpan informasi pelanggaran pencabulan anak tapi tak melaporkan dugaan pencabulan ke polisi atau pihak terkait lainnya.”

Saksi Yehovah yang berpusat di AS itu mempunyai anggota sekitar 8 juta di seluruh dunia dan dikenal akan ministry luar negerinya serta kampanye dari pintu ke pintu. Terdapat kurang-lebih 68.000 anggota di Australia, kata Stewart.

Dua anggota gereja, diidentifikasi sebagai BCB dan BCG, diharap memberi kesaksian berisi dugaan bahwa mereka dihalangi oleh tetua gereja untuk melaporkan pencabulan.

Stewart menguraikan banyak kelalaian institusional dalam melindungi anak-anak atau menegur terduga pencabul, termasuk doktrin pembebasan tetua gereja dari tanggungjawab melaporkan pencabulan bilamana tak ada kewajiban hukum untuk melakukannya.

Kendati gereja telah mengeluarkan 401 anggota pasca pemeriksaan internal, mereka mengizinkan 230 di antaranya untuk kembali ke jemaah. 35 disambut dalam banyak kesempatan.

Gereja juga memasang rintangan tinggi bagi proses internalnya, mensyaratkan dua saksi atau lebih sebelum berproses ke “komite yudisial” gereja. Ini telah menghalangi pemeriksaan terhadap 125 tuduhan, ungkap Stewart.

Royal Commission telah menyedot perhatian masyarakat Australia dengan pembeberan dugaan pencabulan dan penutup-nutupan di jajaran tertinggi komunitas Yahudi Ortodoks dan Katolik Roma selama berdekade-dekade.

Bahkan mereka sudah menyentuh Vatikan, di mana Kardinal Australia George Pell, kini bertugas mereformasi departemen ekonomi Vatikan, sedang diselidiki atas dugaan lalai mengambil tindakan untuk melindungi anak-anak bertahun-tahun lalu.

Pell menolak tuduhan yang diperdengarkan di hadapan komisi bahwa dirinya kurang menghormati para korban, menyebutnya tuduhan “palsu” dan “biadab”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s