5 Januari 2016
Sumber: www.financetwitter.com

Angela Merkel ditunjuk sebagai Person of the Year 2015 versi majalah Time atas kerja hebatnya dalam membawa 1 juta pencari suaka ke Jerman. Kebetulan, usai mendapat gelar tersebut, dia berikrar akan “mengurangi secara mencolok” jumlah migran yang masuk ke Jerman tahun ini (2016). Dia menyatakan “kita akan urus itu”, setelah berminggu-minggu kritik menggunung.

Kanselir Jerman Angela Merkel yang tampak sedih ditunjukkan sedang memakai hijab dalam TV Jerman.
Kanselir Jerman Angela Merkel yang tampak sedih ditunjukkan sedang memakai hijab dalam TV Jerman.

Well, lebih baik dia berharap aparat berseragamnya betul-betul mampu “mengurus” pengungsi, migran, atau apapun dia sebut mereka. Karena kalau tidak, sebuah perang sipil tiada tara dapat meletus antara 1 juta bayi kesayangannya dengan penduduk lokal Jerman. Di tengah [upaya] penutup-nutupan oleh pemerintahannya, warga Jerman diserang di malam Tahun Baru.

Paling tidak 1.000 pria yang penampilannya mengindikasikan “asal Arab atau Afrika Utara” terlihat membuat masalah di stasiun kereta Cologne. Beberapa kota Jerman membatalkan pertunjukan kembang api karena khawatir mengganggu para migran yang mungkin mengaitkan gaduh keras itu dengan suara-suara zona perang. Tapi kepekaan ini ternyata kampret.

Gambar 2
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 3

Kira-kira 1.000 migran atau pengungsi hampir mengubah stasiun kereta Cologne menjadi zona perang ketika mereka melepas kembang api ke kerumunan. Sebagian pihak yakin itu adalah “pengalihan” supaya mereka, yang dilindungi mati-matian oleh Kanselir Jerman Angela Merkel, dapat menyerang warga Jerman biasa yang terjebak di tengah kekacauan.

Lusinan wanita kini dikabarkan telah dilecehkan dan “diperkosa”, sedangkan lusinan pria diserang dan dirampok. Serangan ini disebut ditutupi-tutupi karena tidak terkonfirmasi hingga berhari-hari kemudian. Kepolisian Jerman dengan santainya melukiskan gangguan seksual terhadap kaum wanita di Cologne pada malam Tahun Baru sebagai “dimensi kejahatan yang sama sekali baru”.

Gambar 4
Gambar 4

Kepala Kepolisian Cologne, Wolfgang Albers, mengkonfirmasi sebanyaknya 60 aduan. Dalam sebuah konferensi pers, Albers mengakui, “Terjadi banyak gangguan seksual di sana—dan masif. Para wanita direnggut dan diserang. Kejahatan dilakukan oleh sekelompok orang yang, secara penampilan, mayoritas berasal dari Afrika Utara atau dunia Arab.”

Menurut suratkabar Jerman The Local, serangan-serangan itu tampak terkoordinir. Satu kelompok pria diduga melempar petasan ke sekumpulan besar orang yang sedang melakukan perayaan dekat katedral tersohor di jantung Cologne, sementara kelompok lain diduga mulai mengganggu secara seksual dan merampok kaum wanita selagi kerumunan teralihkan oleh petasan.

Gambar 5
Gambar 5

Salah seorang korban, “Katja L”, 28 tahun, menyatakan kepada Der Express, “Saat keluar dari stasiun, kami terkejut oleh kelompok yang menjumpai kami di sana… Lalu kami berjalan menerobos kelompok pria ini. Ada tembusan di antara [para pemuda ini] yang kami lewati. Tahu-tahu saya merasakan sebuah tangan di pantat saya, lalu di dada saya, dan pada akhirnya saya diraba-raba di setiap bagian.”

“Itu mimpi buruk. Meski kami berteriak dan memukuli mereka, orang-orang itu tidak berhenti. Saya putus asa dan saya yakin saya dijamah sekitar 100 kali dalam 200 meter. Untung saya pakai jaket dan celana panjang. Andaikan rok, mungkin sudah dikoyak,” sambung Katja L perihal petualangannya yang sulit dipercaya di stasiun kereta.

Gambar 6
Gambar 6

Bahkan, saking banyaknya pria yang meraba, Katja L mengaku takkan bisa mengidentifikasi satupun pelakunya kepada polisi. Tapi tidak setiap orang seberuntung Katja L. Celana ketat dan pakaian dalam seorang wanita dikoyak oleh gerombolan “barbar”, dan sebuah sumber kepolisian mengungkap sebetulnya terjadi “perkosaan” di stasiun malam itu.

Berkat pantauan dan rekaman komperehensif CCTV, polisi telah mengidentifikasi 80 korban geng tersebut, 35 di antaranya mengalami serangan seks. Yang lain diganggu atau dirampok, kendati aparat menduga masih banyak kasus yang belum dilaporkan. Lucunya, cuma 5 orang yang ditahan oleh kepolisian Jerman.

Gambar 7
Gambar 7

Untuk menabur garam ke atas luka, kepolisian Jerman mengirim 10 petugas saja, padahal laporan menyebut sekurangnya terdapat “1.000 gerombolan” di stasiun kereta. Ada pula laporan di media sosial bahwa kepolisian justru mengejek korban lantaran tidak cukup waspada untuk menghindari serangan. Seharusnya Kepala Kepolisian Cologne Wolfgang Abers minimal dipecat atas ketidakcakapannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s