Oleh: Jeff Okoroafor
19 Juli 2015
Sumber: www.opinionnigeria.com

Banyak orang di masa lalu mempertanyakan niat China di Afrika, dan hari ini masih banyak yang mempertanyakannya. Pertanyaan yang dilontarkan bertahun-tahun lalu telah diabaikan, jadi akan saya angkat kembali: APAKAH CHINA SEDANG MEMBORONG AFRIKA? China kini mengalirkan miliaran dolar ke benua ini dan mengambil setiap kepingnya, dengan bunga besar kembali ke China dan menyisakan warga China untuk mengawaki investasi mereka. Mereka hampir mengendalikan sektor minyak mayoritas negara Afrika yang memiliki cadangan minyak. Mereka mengelola jembatan, mengerjakan konstruksi jalan, menginstalasi dan menerangi stadion, silakan sebut saja. Salah satu contoh adalah Kantor Pusat Uni Afrika, yang boleh dibilang gedung politik paling penting di benua ini, didirikan seluruhnya dengan uang China, setiap keping batanya, hingga mencapai $200 juta.

Ternyata China telah melampaui AS untuk menjadi mitra dagang terbesar Afrika. Saya bertanya lagi: seberapa penting Afrika bagi China? Dua pekan setelah presiden China yang sekarang diambil sumpah jabatan, dia mengambil penerbangan berikutnya untuk berkeliling negara-negara Afrika. Dia pergi ke Afrika Selatan, Tanzania, Kongo, dll. Afrika adalah benua dengan pertumbuhan paling cepat dan paling besar yang menyimpan cadangan tambang berlimpah, jadi jelas ada uang yang bisa dihasilkan, tapi apakah China ingin lebih? Beberapa pakar Afrika menyatakan, masa lalu pahit penjajahan Afrika akan terulang di zaman modern kita dalam bentuk lain. Berikut adalah kutipan dari mantan gubernur Bank Sentral Nigeria, Lamido Sanusi:

“China mengambil barang-barang pokok kita dan menjual barang pabrik kepada kita. Ini adalah hakikat kolonialisme… Afrika sedang dengan sukarela membuka dirinya untuk imperialisme bentuk baru.”

Apa yang tidak saya mengerti adalah kenapa dengan segala sumberdaya dan bakat profesional yang ada di Afrika, benua ini mantap dan tangkas menolak menyelamatkan dirinya sendiri. Di seantero Afrika ada ekonom-ekonom terkemuka. Ada profesional ahli, jutawan, pakar pertanian hebat, ilmuwan, teknolog, silakan sebut saja, tapi perkembangan kecil yang masuk ke Afrika dibawa masuk oleh orang asing, bangsa China. Tidak bisakah orang Afrika mengurus urusannya sendiri? Tidak bisakah kita mendirikan kilang kita sendiri dan mengilang minyak kita sendiri? Tidak bisakah kita memanfaatkan insinyur kita sendiri untuk membangun jalan, rumah, properti kita sendiri? Tidak bisakah kita mendirikan industri kita sendiri dan menghasilkan produk kita sendiri ketimbang bergantung pada produk atau keahlian orang lain? Kita sudah berjalan jauh, kita punya apa yang mereka punya dan kita mampu melakukan apa yang mereka lakukan. Mari buang omong-kosong political correctness, singkirkan kanker pengisap bernama korupsi, dan pikirkan bersama bagaimana menumbuhkan Afrika. (Political correctness atau kepatutan politis adalah menghindari penggunaan bentuk-bentuk ungkapan atau tindakan yang dianggap mengecualikan, meminggirkan, atau menghina kelompok orang yang kurang beruntung secara sosial atau didiskriminasi—penj.)

Jika kita tak menginginkan perbudakan modern, oleh China atau negara manapun, kita harus bertindak bersama, setepatnya memanfaatkan sumber daya manusia dan alam untuk perbaikan benua kita. Tanggungjawab ada di tangan pemimpin kita. Kita rakyat harus menuntut pertanggungjawaban mereka dan meminta mereka transparan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s