6 Juli 2016
Sumber: www.newobserveronline.com

Taraf penyerbuan Eropa oleh orang non-Eropa sekali lagi diperjelas dengan adanya kabar bahwa “komunitas” China beranggotakan 300.000 orang di Italia telah memulai perang rasial terhadap orang Arab dan Afrika yang masuk ke negara itu.

Warga China di Prato, Italia

Kepolisian Italia pekan lalu mengumumkan telah menggerebek sembilan tempat sebagai bagian dari penyelidikan terhadap geng kriminal China yang dicurigai mendalangi sederet serangan kepada orang Afrika Utara di Italia utara.

Menurut layanan berita ANSA, polisi menyebut penggerebekan dilakukan di kota Tuscan, Prato, yang menjadi pusat ghetto dudukan China terbesar di Eropa—dan memasok buruh untuk industri tekstil berupah rendah.

Prato secara resmi adalah rumah untuk 16.000 warga China, tapi media setempat menyatakan angka sesungguhnya adalah kira-kira 50.000—mayoritas hadir secara ilegal di negara itu.

Menurut kepolisian, para gangster China dibentuk dengan nama “organisasi kebudayaan” yang disebut “The City of the White Stag”—dan mereka juga dituding memeras bisnis-bisnis orang China di Prato.

Penggerebekan pekan lalu dilakukan dengan surat perintah atas tuduhan keterkaitan kriminal dan “penyuruhan kekerasan bermotif ras”.

Polisi menyebut ketua kelompok White Stag telah mengadakan patroli jalanan di Prato sebagai bagian dari bisnis perlindungan yang telah mengakibatkan serangan terhadap pendatang Arab di kota.

Secara keseluruhan diperkirakan ada sekurangnya 270.000 orang China di Italia—tapi angka ini baru perkiraan, dan jumlah sesungguhnya mungkin jauh lebih besar.

Keterlibatan kriminal orang China dalam industri tekstil di Italia—dan banyak kegiatan ilegal lain—diuraikan dalam buku laris Gomorrah: A Personal Journey into the Violent International Empire of Naples’ Organized Crime System karya Robert Saviano.

Buku ini—yang juga dipakai sebagai dasar untuk film dan seri TV tambahan—mengungkap keterlibatan luas orang China dalam penyelundupan barang ilegal lewat pelabuhan Naples, dan keterlibatan mereka dalam usaha-usaha kriminal hingga ke utara Italia.

Imigran ilegal China diselundupkan oleh gangster China di atas kapal yang masuk dok di Naples, bersama barang gelap senilai jutaan euro.

Dari sana, para agresor ilegal China dipekerjakan di pabrik-pabrik berupah rendah yang membuat tiruan pakaian dan busana mewah bermerek Italia.

Barang-barang ini lantas didistribusikan ke jaringan toko—juga dijalankan dan diisi staf China—yang dapat dijumpai di seluruh Italia, dan terus meningkat ke wilayah Eropa lain.

Pada 2013, sebuah lokasi pabrik China berupah rendah terbongkar saat mengalami kebakaran. Para pekerja dikunci di dalam pabrik, jendela-jendela dipalang supaya mereka tidak kabur, dan tujuh orang terbakar hingga tewas. Kemudian diketahui bahwa mereka juga tinggal di pabrik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s