China Telah Menjajah Zimbabwe

Oleh: ZimSitRep_M
4 Desember 2015
Sumber: www.zimbabwesituation.com

Mantan Menteri Keuangan Tendai Biti mengkritik kunjungan terbaru Presiden China Xi Jinping, menyebut investasi China di Zimbabwe sama dengan penjajahan kedua.

Biti, yang merupakan menteri keuangan dalam pemerintahan koalisi lalu, kini memimpin partai oposisi Progressive Democratic Party (PDP).

Berbicara di sebuah konferensi pers yang diadakan usai pengangkatan sekretaris nasional PDP, Biti mengatakan kunjungan Jinping tidak berbeda dari invasi Pioneer Column atas Zimbabwe pada tahun 1890.

“Kunjungan Presiden China Xi Jinping dan pemimpin tinggi China lainnya pekan ini tak berbeda dari pasukan Pioneer pimpinan Cecil John Rhodes yang melancarkan penjajahan atas negara kita dan memasukkannya ke dalam perbudakan hampir 100 tahun,” tuturnya.

“Seperti Rhodes, Jinping datang di masa ketika Charles Rudd versinya sendiri telah mengamankan berbagai konsesi yang menggadaikan kekayaan tambang kita dan mengikat leher kita dengan rantai utang.

“Seperti Rhodes, Jinping datang ke Zimbabwe, tapi kepentingannya adalah untuk menyebarkan kekaisaran China dari Cape hingga Kairo,” kata sang mantan menteri keuangan.

Pemimpin China itu melalui Zimbabwe dalam perjalanannya ke Afrika Selatan untuk forum China-Afrika.

Dia menandatangani kesepakatan senilai lebih dari $4 miliar dengan Harare, menurut media negara.

Berputar ke China

Pada peralihan milenium, Presiden Robert Mugabe mulai berpaling ke China untuk mencari dukungan setelah berselisih dengan bekas penyokong di Barat terkait reformasi tanah, dugaan kecurangan pemilu, dan riwayat HAM yang buruk.

Berbicara saat menjamu sang pemimpin ekonomi terbesar kedua di dunia, Mugabe mengatakan, dengan berpalingnya seluruh dunia, termasuk negara-negara besar, ke Timur, perputarannya ke arah China telah terjustifikasi.

“Hari ini seluruh dunia sedang menatap timur, termasuk mereka yang pada tahun 2000 mencaci kita atas kebijakan tersebut,” pungkas Mugabe.

Tapi Biti menyebut kedatangan China sama dengan impian Cape-sampai-Kairo milik Cecil John Rhodes yang berusaha mengambilalih seluruh Afrika.

Dia bersikeras China malah menggantikan bekas penjajah Inggris di negara ini dan dia menguak mantera “Zimbabwe takkan pernah dijajah lagi” yang sering dibualkan oleh Mugabe.

“Saya belum pernah sepakat dengan ZANU PF (Zimbabwe African National Union–Patriotic Front). Tapi pada poin ini saya ingin sepakat; Zimbabwe jangan pernah lagi dijajah!” kata Biti yang disoraki ratusan anggota partainya.

Fiksi anggaran 2016

Pemimpin PDP ini juga menyikat anggaran anyar Menteri Keuangan yang menyebut kondisi perekonomian tidak memungkinkan pertumbuhan ekonomi.

“Agar ekonomi kita berfungsi, pertanian dan energi harus berfungsi. Dan ekonomi berfungsi dengan energi atau listrik. Di Zambia, perusahaan-perusahaan tutup karena tak ada listrik,” tukasnya.

“Lihat di Zimbabwe, 6.000 perusahaan sudah tutup, 40.000 orang mengangggur, bagaimana mereka ingin ekonomi tumbuh di bawah kondisi demikian. Siapapun yang percaya anggaran ini akan menyelamatkan kita, berarti mereka bohong, mabuk, tidak jujur atau dua-duanya,” katanya.

Biti mengatakan, rakyat Zimbabwe tidak boleh merayakan apapun dari anggaran baru, lantaran itu “fiktif”.

“Anggarannya $4 miliar. $500 juta akan diperoleh dari pinjaman. Anggaran $4 miliar ini fiksi,” tegasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s