Dalai Lama Menentang Imigrasi Masal

Oleh: Steve Goode
14 Juli 2014
Sumber: www.whitegenocideproject.com

Ketika Dalai Lama ke-14 berkunjung ke Italia bulan lalu, dia menyaksikan hal yang sama sedang menimpa Kulit Putih Eropa sebagaimana warga Tibet—imigran dalam jumlah masif mengubah populasi pribumi menjadi minoritas.

“Orang Italia, khususnya Sicilia, ternyata berhati besar, tapi untuk memecahkan masalah pengungsi, kita perlu mengintervensi di negara-negara itu, berupaya mengatasi perang yang menyebabkan eksodus,” kata Dalai Lama.

“Ini butuh pemikiran jangka panjang untuk membuahkan hasil efektif,” imbuhnya.

Anggota parlemen Eropa asal Italia, Mario Borghezio, mengomentari pernyataan Dalai Lama: “Menyangkut imigrasi, Dalai Lama tampaknya mempunyai ide sangat jernih, sejujurnya lebih jernih daripada Papa Fransesco I (Paus). Kadang dia seolah meremehkan dampak invasi imigran terhadap fasilitas negara-negara lemah seperti kita.”

Tn. Borghezio lupa menyebutkan bahwa para imigran ini juga sedang menggantikan rakyat Italia—yakni Genosida Kulit Putih, sebab ini dimaksudkan untuk menyingkirkan bangsa Kulit Putih.

Tn. Borghezio menyambung: “Kita yang selalu memuji Dalai Lama sebagai pembela kebebasan dan identitas bangsa Tibet, kita sangat menghargai pelajaran agung yang diberikan pemimpin spiritual ini kepada setiap orang, termasuk mereka, seperti para pemimpin kita sekarang, yang berpura-pura tidak tahu keburukan dan bahaya pembukaan pintu secara membabi-buta, [menjadikan] kita negara imigran dan pengungsi.”

Dalam Lama kerap bicara tentang bahaya imigrasi masal China ke Tibet.

“…arus masuk imigran China terus-menerus ke Tibet, yang berakibat mengubur identitas budaya dan agama Tibet dan menjadikan warga Tibet minoritas kecil di negerinya sendiri, sama dengan kebijakan genosida budaya.”

Di negara-negara Kulit Putih keadaannya serupa, namun alih-alih dipaksa oleh kelompok di luar negara kita untuk menerima genosida Kulit Putih, kita justru dipaksa oleh anti-Kulit Putih di dalam negara kita sendiri.

Genosida Kulit Putih selalu menyamar—“kebhinnekaan” adalah dalih paling umum yang dipakai anti-Kulit Putih belakangan ini…padahal kebhinnekaan adalah kata sandi untuk genosida Kulit Putih—itu saja dan tidak lebih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s