Oleh: John Bull
7 Februari 2015
Sumber: www.newobserveronline.com

Invasi masal ratusan ribu orang China atas Inggris telah memaksa kepala layanan kesehatan Inggris menulis peringatan resmi kepada supermarket-supermarket, meminta mereka memisahkan bunga dafodil dari gang makanan—supaya orang-orang Asia tidak memakannya dan keracunan.

Bunga Dafodil

Media boneka, yang telah memberi liputan besar pada surat Profesor Paul Cosford, kepala Health Protection di Public Health England (PHE), hampir semuanya mengabaikan dan mengaburkan fakta bahwa peringatan ini ditujukan khusus untuk orang China “yang bahasa utamanya bukan Inggris”, yang menjadi bagian dari surat Profesor Cosford.

Secara tradisional, supermarket di Inggris punya tradisi musim panas menaruh dafodil di depan toko. Namun, arus masal agresor dari China, sebagaimana terungkap dalam International Passenger Survey untuk tahun 2013 yang menunjukkan bahwa negara asal imigran teratas ke Inggris adalah China, menghasilkan 46.000 atau 9% dari semua imigran di Inggris, telah memaksa terbitnya peringatan teranyar dari PHE.

Semua corong berita boneka utama mengutip dari satu bagian surat, berjudul “Langkah-langkah Menghindari Keracunan Dafodil Musim Semi ini”, di mana Profesor Cosford mengatakan:

“Setiap musim semi, toko-toko seperti milik Anda menyediakan banyak aneka bunga, terutama dafodil potong dan ubi dafodil. Kita tidak bisa berharap menghentikan setiap kejadian potensial, tapi saya berharap, dengan memastikan dafodil tidak dipajang bersama buah-buahan dan sayur-sayuran, kita bisa kurangi jumlah orang yang tanpa sengaja membelinya sebagai makanan.

Setiap musim semi, toko-toko seperti milik Anda menyediakan banyak aneka bunga, terutama dafodil potong dan ubi dafodil. Sayangnya terdapat peristiwa-peristiwa langka di mana ubinya salah dikira sebagai bakung, dan tangkai atau daunnya dikira sejenis sayuran yang populer di China.

Sebagaimana Anda ketahui, dafodil berbahaya jika termakan dan akibatnya bisa keracunan.”

Namun, hanya jurnal dagang khusus industri, The Grocer, yang berani memuat versi lebih utuh surat Profesor Cosford yang mengungkap fakta di balik peringatan ini:

“Dalam edaran ke semua pengecer, Public Health England mendesak toko-toko memindahkan dafodil dari area dekat buah-buahan dan sayur-sayuran,” tutur The Grocer kepada para pembacanya.

“Surat itu memperingatkan bahwa dengan banyaknya pelanggan yang bahasa utamanya bukan Inggris, bunga-bunga tersebut beresiko dikira sebagai sayuran yang populer di China, atau bakung musim semi. Dafodil berbahaya jika termakan dan akibatnya bisa keracunan. Kita hafal sebuah kejadian di Bristol beberapa tahun silam ketika beberapa pembeli, yang bahasa utamanya bukan Inggris, membeli dafodil dan memasaknya, mengira itu sesuatu yang lain. Sebagian harus dirawat di rumah sakit.”

Profesor Cosford sedang merujuk pada sebuah kejadian tahun 2012 ketika Health Protection Agency (HPA) harus menerbitkan peringatan resmi kepada “komunitas China Bristol” agar tidak memakan dafodil setelah beberapa orang dirawat di rumah sakit akibat keracunan.

Laporan HPA menyebut sepuluh orang yang memakan tangkai dan daun dafodil dirawat di rumah sakit gara-gara keracunan berat, dan menyatakan bahwa tampaknya mereka salah mengira bagian hijau bunga sebagai lokio yang dipakai dalam masakan China.

Pengumuman disampaikan ke supermarket-supermarket di kota oleh petugas Environmental Health and Trading Standards. Supermarket itu diminta memastikan tangkai dan daun dafodil dijauhkan dari produk pangan dan diberi label yang jelas.

Sebuah pernyataan HPA menyebut: “Setiap supermarket telah didatangi dan setuju untuk segera memasang tanda titik penjualan (point of sale signage) dan label produk dalam bahasa Inggris, Kanton, dan Mandarin, yang menyatakan bunga ini tidak dapat dimakan” dan bahwa “selebaran informasi yang memperingatkan bahaya memakan dafodil juga akan disebar ke komunitas China setempat.”

Tingginya invasi orang China atas Inggris mengemuka pada Oktober 2013, ketika Pecinan London “mogok kerja” terkait fakta bahwa nyaris sepertiga dari semua agresor ilegal yang ditahan oleh United Kingdom Border Agency (UKBA) dalam industri katering adalah orang China.

Demo warga China menentang UKBA

Pada saat unjuk rasa, ratusan orang China berkumpul di bawah lentera gantung di Gerrard Street dekat Leicester Square, meniup peluit dan menyanyikan “UKBA pergilah. Komunitas China ada di sini untuk menetap.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s