Zimbabwe – Pertanian Kulit Putih Dirampas Pribumi Kulit Hitam, Diserahkan Kepada Imigran China

18 September 2016
Sumber: www.newobserveronline.com

Terungkap, pertanian yang dibangun dan diwujudkan oleh kulit putih di Zimbabwe—dan dirampas oleh pemerintah kulit hitam dalam hiruk-pikuk rasis anti-kulit putih—sedang diserahkan kepada “imigran” China.

Petani China di Zimbabwe

Pertanian—operasi skala besar yang dahulunya menjadi tulang punggung industri agrikultur Zimbabwe—runtuh setelah dirampas dari pemilik kulit putih.

Menurut laporan dalam suratkabar Telegraph Inggris, pertanian “di utara Harare belum ditanami di tengah rusaknya pagar, kebakaran ladang, dan kelangkaan ternak. Ada beberapa pohon asli yang bertahan sementara kebanyakan ditebang oleh petani baru yang tak mampu membeli batu arang untuk mengawetkan (curing) tembakau mereka.”

Para petani China, kata koran ini, sedang mengambilalih “bekas pertanian milik kulit putih di Zimbabwe untuk memanfaatkan panen tembakau”. Tembakau—beserta banyak bahan makanan—tumbuh dengan mudah di iklim hangat dan tanah subur negara tersebut, tapi rupanya tak mampu dikelola oleh orang Afrika.

Telegraph memberitakan bahwa para petani China sedang berinvestasi jutaan dolar pada produksi tembakau di pertanian-pertanian “yang dikelola dengan buruk selama hampir 20 tahun, pasca perampasan tanah milik kulit putih secara besar-besaran oleh Robert Mugabe…dengan harapan menuai hasil besar.”

Sejauh ini, sekurangnya lima pertanian telah menarik investasi China di wilayah Mashonaland Central, terletak di baratlaut ibukota Harare.

China “mengucurkan uang untuk permesinan dan sedang meminta nasehat dari pakar internasional”, dan telah menjadi “investor terbesar di Zimbabwe, yang ekonominya masih terhuyung-huyung akibat perampasan tanah tahun 2000 dan hiperinflasi,” sambung koran ini.

Saat ini, tingkat pengangguran di Zimbabwe berkisar pada 90%, dan saking kekurangan uang, pemerintah tidak sanggup menggaji guru atau pegawai sipil.

Telegraph menambahkan, “para pakar percaya kelima pertanian China itu akan, terlepas dari minimnya pengalaman, berkembang dan mengawetkan sekitar 1.500 akre tembakau tahun ini. Mereka bilang, prasarana baru, termasuk peralatan yang diproduksi perusahaan AS Valley Irrigation, berbiaya sekurangnya £7 juta.”

Orang dalam di industri tembakau menyebut perusahaan China akan membayar sewa besar atas tanah yang mereka pakai kepada tokoh “politik” pemilik pertanian. “China akan membayarkan sekian persen pendapatan dari tembakau sebagai uang sewa,” ungkapnya.

Sebelumnya, suratkabar Zimbabwe Independent membeberkan bahwa China telah mengajukan “paket penyelamatan keuangan untuk Zimbabwe” senilai US$5 miliar guna membiayai proyek agrikultur dan perumahan menjelang pemilihan umum 2018 di sana.

Uang China dirancang untuk mengalahkan “proses Lima” milik Dana Moneter Internasional—disebut demikian karena diputuskan dalam sebuah pertemuan di Lima, Peru—yang bertujuan menyediakan bantuan US$2 miliar bagi Zimbabwe untuk “melunasi para kreditornya”.

Menurut Zimbabwe Independent, talangan China dikonsolidasikan baru-baru ini ketika Presiden Xi Jinping melakukan persinggahan dua hari di negara Afrika tersebut dalam perjalanannya menuju KTT China-Afrika di Afrika Selatan.

“Para diplomat mengatakan, seperti halnya paket Barat yang mempertanggungkan kekuasaan Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa, kesepakatan China juga mempunyai agenda politik. Itu sebagian besar dirancang untuk menopang Ibu Negara Grace Mugabe dan ambisi politik faksi Zanu PF-nya.”

Semua paket “bantuan”—dari Timur maupun Barat—tentu saja mengabaikan kebencian anti-kulit putih dan rasisme kasar dan sengit dari pemerintah Zimbabwe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s