27 Oktober 2015
Sumber: www.newobserveronline.com

Sekitar 450.000 orang Amerika dipecat oleh perusahaan kapitalis besar pada 2014—sementara di saat yang sama hampir setiap perusahaan itu mengajukan visa H-1B untuk mempekerjakan warga asing, mayoritas dari Dunia Ketiga.

Tiga pelanggar terbesar—Hewlett Packard, Microsoft, dan Cisco Systems Inc—bersama-sama mem-PHK lebih dari 45.000 pekerja Amerika, dan pada saat bersamaan mengajukan ribuan visa H-1B, yang dirancang untuk memberi hak bekerja dan menetap di AS bagi warga asing.

Menurut sebuah survey pemutusan kerja yang dipublikasikan awal tahun ini oleh layanan berita keuangan 24/7 Wall Street, pemutusan kerja di antara perusahaan-perusahaan AS pada 2014 berjumlah 450.531 hingga bulan November.

Perusahaan teknologi menjadi perusahaan pem-PHK terbesar, kata 24/7 Wall Street. Hewlett-Packard, Microsoft, dan Cisco Systems mengumumkan pemutusan kerja paling banyak, bukan hanya di antara perusahaan teknologi, tapi juga secara keseluruhan. Industri tersebut mengumumkan lebih dari 58.000 pemutusan kerja pada 2014, angka tertinggi di antara semua industri.

Tak ada perusahaan yang mengumumkan lebih banyak PHK pada 2014 daripada Hewlett-Packard, dengan total 21.000 pemutusan kerja.

Namun, menurut situs Myvisajobs.com, yang melacak jumlah pengajuan H-1B oleh setiap perusahaan dengan data dari Departemen Tenaga Kerja AS dan berbagai layanan imigrasi, ketiga perusahaan ini juga termasuk perusahaan sponsor visa H-1B tertinggi.

Sebagai contoh, Hewlett-Packard mendaftarkan 2668 Labor Condition Application untuk visa H-1B dan 815 sertifikasi tenaga kerja untuk kartu hijau, dan berada pada peringkat 30 di antara semua sponsor visa.

Kewarganegaraan orang-orang yang mengajukan lewat Hewlett-Packard adalah sebagai berikut menurut data (diurut dari jumlah pelamar tertinggi): India, Kanada, Meksiko, Inggris, China, Brazil, Singapura, Republik Ceko, dan Israel.

Namun ini kalah jauh dibandingkan dengan Microsoft, yang mendaftarkan 15.998 Labor Condition Application untuk visa H-1B dan 10.500 sertifikasi tenaga kerja untuk kartu hijau. Tak heran Microsoft berada pada peringkat ketiga di antara semua sponsor visa.

Kewarganegaraan orang-orang yang mengajukan lewat Microsoft adalah sebagai berikut menurut data (diurut dari jumlah pelamar tertinggi): India, China, Kanada, Rusia, Meksiko, Australia, Inggris, Israel, Pakistan, dan Mesir.

Cisco Systems Inc mendaftarkan 1920 Labor Condition Application untuk visa H-1B dan 1428 sertifikasi tenaga kerja untuk kartu hijau, dan berada pada peringkat 34 di antara semua sponsor visa. Kewarganegaraan orang-orang yang mengajukan lewat Cisco Systems adalah sebagai berikut menurut data (diurut dari jumlah pelamar tertinggi): India, China, Kanada, Pakistan, Israel, Korea Selatan, Inggris, Meksiko, Brazil, dan Australia.

Laporan 24/7 Wall Street menambahkan, industri dengan jumlah PHK terbesar kedua pada 2014 adalah sektor ritel, di mana hampir 42.000 pemutusan kerja diumumkan.

Perusahaan keuangan juga termasuk yang paling tinggi memutuskan hubungan kerja. JPMorgan Chase, misalnya, melakukan 5.500 PHK pada 2014—tapi juga mendaftarkan 4530 Labor Condition Application untuk visa H-1B dan 509 sertifikasi tenaga kerja untuk kartu hijau, dan berada pada peringkat 24 di antara semua sponsor visa. Kebangsaan orang-orang yang mengajukan visa H-1B lewat JPMorgan adalah India, China, Kanada, Prancis, Pakistan, Bangladesh, Meksiko, Inggris, Brazil, dan Korea Selatan.

Sementara itu, mayoritas negara bagian AS melaporkan kehilangan pekerjaan sama sekali pada September 2015. Missouri kehilangan 16.500 pekerjaan pada September, paling banyak di antara negara-negara bagian lain, disusul Pennsylvania, yang melaporkan penurunan sebanyak 16.400. Michigan kehilangan 9.800 pekerjaan, penurunan terbesar ketiga, disusul Hawaii, di mana lapangan pekerjaan turun sebanyak 8.100. West Virginia kehilangan 11.400 pekerjaan tahun lalu. Ia juga memiliki tingkat pengangguran tertinggi di negara ini, dengan angka 7,3%. Bahkan North Dakota telah kehilangan 7.300 pekerjaan tahun lalu, ungkap laporan media.

Pada waktu yang sama, invasi non-kulit putih atas Amerika tak kunjung mereda. Mantan dubes Meksiko untuk AS, Arturo Sarukhan, berkata kepada MSNBC baru-baru ini bahwa sebetulnya terdapat 30 juta “imigran tanpa dokumen” yang tinggal di AS.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s