Pdt. Jesse Jackson Ingin Tak Terlalu Banyak Karyawan Kulit Putih di Silicon Valley

Oleh: Steve Goode
19 Maret 2014
Sumber: www.whitegenocideproject.com

Jesse Jackson punya misi baru: “membhinnekakan” karyawan di Silicon Valley, mayoritas dalam industri teknologi.

Strategi Jackson adalah “mempermalukan” perusahaan-perusahaan yang “terlalu Putih”, mencoba menggertak perusahaan teknologi agar sengaja mempekerjakan sedikit orang Kulit Putih, dan lebih banyak non-Kulit Putih.

Dalam sebuah surat kepada Apple, Twitter, Facebook, Google, dan lain-lain, dia berkata: “Teknologi seharusnya inklusif, tapi sedihnya, pola-pola eksklusi masih menjadi orde hari ini.”

Tn. Jackson rupanya tak sadar bahwa jika Anda menolak mempekerjakan orang Kulit Putih demi “membhinnekakan” sebuah perusahaan, itu namanya eksklusi, tapi kaum anti-Kulit Putih tampaknya tidak paham ini.

Kata-kata mereka mungkin terdengar indah, padahal kaum anti-Kulit Putih cuma peduli tentang mengeluarkan orang Kulit Putih dari pekerjaan, dari negara kita sendiri yang didirikan oleh leluhur kita, dan dari permukaan planet ini—kita sebut ini genosida terhadap bangsa kita.

Jackson mengincar HP secara khusus lantaran “terlalu Putih”, menurut pendapatnya. Padahal, pada 2011, Jackson memuji HP atas usahanya menendang orang-orang Kulit Putih dari perusahaannya. Jelas-jelas dia ingin orang Kulit Putih tidak eksis dalam bisnis, dan mungkin di seluruh dunia.

“Meski kita sependapat bahwa kebhinnekaan adalah isu penting di Amerika yang korporatis, kita bingung oleh perhatian mendadak Pdt. Jackson pada HP,” kata Henry Gomez, pejabat komunikasi tertinggi HP. “Hari ini HP adalah perusahaan terbesar di dunia dengan CEO dan CFO perempuan dan hampir separuh tim pimpinan dan Dewan Diretur kami adalah perempuan dan minoritas. Sebagai tambahan, hampir 50 tahun lalu, HP menempatkan minoritas pertama [maksudnya non-Kulit Putih, padahal orang Kulit Putih adalah minoritas global] dalam Program Bisnis di AS.”

Tanya diri Anda sendiri, kenapa Tn. Jackson ingin membuat perusahaan-perusahaan kurang Putih, apakah karena dia percaya “kebhinnekaan” akan membantu suksesnya perusahaan? Tentu tidak. Dia tidak peduli dengan perusahaan manapun—dia dibayar untuk melaksanakan perintah kaum anti-Kulit Putih kaya, dan kaum anti-Kulit Putih merasa nyaman jika tidak terlalu banyak Kulit Putih di sekitar mereka.

Ini bukan sekadar keyakinan rendah anti-Kulit Putih—ini ideologi global yang merembesi hampir setiap negara Kulit Putih di dunia.

Sasarannya adalah menghancurkan negara-negara Kulit Putih, dan menjadikan orang Kulit Putih minoritas kecil di rumah kita sendiri.

Ini dikerjakan melalui imigrasi non-Kulit Putih besar-besaran. Setelah jutaan orang non-Kulit Putih tinggal di setiap negara Kulit Putih, tahap selanjutnya adalah memaksa orang Kulit Putih berasimilasi—atau dengan kata lain, memastikan tak ada wilayah ke mana orang Kulit Putih bisa pergi dan berkata, “kami tak perlu kebhinnekaan, terima kasih”.

Ini adalah program global genosida Kulit Putih yang dilaksanakan oleh banyak individu; sebagian adalah orang Kulit Putih sendiri, tapi kita cukup sebut mereka semua “anti-Kulit Putih”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s