19 Juli 2013
Sumber: www.newobserveronline.com

Seorang pria kulit putih tak berdosa yang dipukuli dengan beringas tanpa alasan oleh enam penjahat kulit hitam di Cincinnati telah meninggal dunia pekan ini akibat luka-lukanya—tapi tak ada hingar-bingar media, intervensi presiden dan jaksa agung, demonstrasi “rasisme”, atau serangan balasan terhadap kulit hitam, bertolak belakang dengan peristiwa seputar kasus Trayvon Martin.

Pat Mahaney, 46 tahun, tewas di University of Cincinnati Medical Center. Keenam penjahat kulit hitam, semua berumur 13 atau 14 tahun, berkata kepada polisi setelah tertangkap bahwa mereka menyerang pria ini “karena merasa jenuh dan mencari kegiatan”.

Dua orang dijatuhi masa percobaan bulan lalu; tiga orang mengaku bersalah atas serangan keji; dan satu orang menentang tuduhan dan akan bersidang.

Mahaney, yang putus asa dan mengabaikan kesehatannya sejak serangan Agustus itu, jatuh sakit pekan lalu, ungkap keluarga kepada Cincinnati Enquirer.

Dia sedang pulang ke rumahnya di daerah pinggiran Cincinnati, North College Hill, pada 11 Agustus ketika para remaja itu menghadangnya, memukulnya hingga pingsan seraya bergiliran meninju kepala dan wajahnya.

Dia menderita luka dalam parah dan mata bengkak, dan mungkin sudah mati seandainya seorang tetangga tidak menakut-nakuti para penyerang. Dia menghabiskan beberapa pekan di rumah sakit.

Bayangkan sekejap saja jika ras penyerang dan korban dibalik.

Pikirkan bagaimana hingar-bingar media boneka jadinya jika enam orang kulit putih “jenuh” menyerang seorang pejalan kaki kulit hitam dengan beringas. Teriakan “rasisme” saat ini akan terdengar di seluruh dunia.

Presiden akan campur tangan, mengklaim korban “bisa saja puteranya”, dan jaksa agung akan melangkaui kepolisian setempat dan memerintahkan penyelidikan senior dan penuntutan khusus.

Stasiun-stasiun TV akan menyiarkannya siang-malam, dan menyajikan liputan langsung proses persidangan secara real time, dan membuat diskusi panel perihal topik ini, dan menggelorakan gerombolan murka di seluruh pelosok negeri ini.

Tapi di dunia media boneka anti-kulit putih yang keji dan diputarbalik, korban kulit putih tidak berharga apa-apa, sehingga takkan ada liputan mengenai kematian Pat Mahaney selain dari beberapa koran picisan lokal.

Ini semua bagian dari perang genosida ras terhadap bangsa kulit putih di Amerika.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s