Oleh: Steve Goode
8 Januari 2016
Sumber: www.whitegenocideproject.com

Di kota Dusseldorf, Jerman, sebuah kelompok bernama Dusseldorf is Watching mengalami lonjakan keanggotaan daring, padahal baru didirikan pada 6 Januari.

Kini mereka memiliki anggota 8.500 orang yang siap “melindungi wanita kami” dari gelombang gangguan seksual oleh imigran yang terlihat di Cologne dan kota-kota Eropa lain pada malam Tahun Baru.

Para pelaku, yang digambarkan berasal dari “Arab atau Afrika Utara” oleh Kepala Kepolisian Cologne, menyerang kaum wanita secara berkelompok besar; meraba, mengganggu, dan memperkosa.

Dusseldorf is Watching berniat melindungi kaum wanita dengan berpatroli di kota pada akhir pekan dan acara-acara masyarakat. Pendiri kelompok menyatakan, ini adalah kelompok non-kekerasan dan eksis untuk “hadir dan memperhatikan”.

Mereka mengaku “bukan [kelompok] politik” tapi ini “cuma soal menjadikan kota kami lebih aman bagi wanita kami”.

Pertemuan pertama akan digelar pada hari Sabtu tanggal 9.

Kepolisian Jerman, sebagaimana diperkirakan, tidak senang dengan kelompok ini.

“Demi keamanan masyarakat di Jerman, polisi bertanggungjawab… Mencari para pelaku bukanlah tugas warga,” kata juru bicara kepolisian Dusseldorf.

Lantas kenapa polisi tidak berpatroli di jalan-jalan untuk menghentikan para pemerkosa? Karena pemerintah Jerman menyuruh mereka berpatroli di Facebook untuk menghukum warga Jerman atas “ujaran kebencian” (ujaran yang dibenci pemerintah Jerman).

Ya, selama beberapa bulan ini, orang-orang Jerman mendapat hukuman denda dan penjara lantaran mengatakan hal-hal yang tidak selaras dengan pemerintah di Facebook.

Menulis “Najis!” saja bisa membuat Anda dihukum masa percobaan lima bulan, seperti yang dialami seorang wanita.

Awalnya mereka secara legal membuka perbatasan dan kita bilang “Tidak!”

Kemudian mereka secara ilegal membuka perbatasan dan lagi-lagi kita bilang “Tidak!”

Dan kini mereka berusaha mengilegalkan kita bilang “Tidak!”

Inilah Genosida Kulit Putih dan kaum anti-Kulit Putih di belakangnya, seperti Angela Merkel, adalah orang sinting dan degil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s