Pdt. Jesse Jackson Ingin Tak Terlalu Banyak Karyawan Kulit Putih di Silicon Valley

Tanya diri Anda sendiri, kenapa Tn. Jackson ingin membuat perusahaan-perusahaan kurang Putih, apakah karena dia percaya “kebhinnekaan” akan membantu suksesnya perusahaan? Tentu tidak. Dia tidak peduli dengan perusahaan manapun—dia dibayar untuk melaksanakan perintah kaum anti-Kulit Putih kaya, dan kaum anti-Kulit Putih merasa nyaman jika tidak terlalu banyak Kulit Putih di sekitar mereka.

Anti-Kulit Putih Ingin Banjiri Jerman Dengan Imigran

Jepang sangat mirip dengan Jerman. Ia punya ekonomi sangat baik, tingkat kelahiran rendah, dan populasi menua, tapi kaum anti-Kulit Putih tidak meminta Jepang membuka perbatasannya bagi imigran non-Jepang. Kenapa? Mereka bukan Kulit Putih. Kaum anti-Kulit Putih tidak peduli jika bangsa non-Kulit Putih mempunyai negara sendiri.

Bagaimana Pemerintah Deklarasikan Perang Terhadap Rakyat Kulit Putih Inggris

Atas nama kebhinnekaan, Partai Buruh menyerang apapun yang berbau ke-Inggris-an. Masyarakat mainstream diperlakukan dengan jijik, hak mereka diabaikan, sejarah mereka dihancurkan. Di tanah mereka sendiri, orang Inggris sedang dijadikan warga kelas dua.

Dalai Lama Menentang Imigrasi Masal

“Orang Italia, khususnya Sicilia, ternyata berhati besar, tapi untuk memecahkan masalah pengungsi, kita perlu mengintervensi di negara-negara itu, berupaya mengatasi perang yang menyebabkan eksodus,” kata Dalai Lama.

Dalai Lama: Eropa Tidak Boleh Menjadi Arab, Pulangkan Para “Pengungsi”

“Seorang manusia yang lebih beruntung berkewajiban menolong mereka. Di sisi lain, sekarang mereka terlalu banyak. Eropa, contohnya Jerman, tidak boleh menjadi negara Arab, Jerman adalah Jerman. Terlalu banyak, sehingga pada prakteknya jadi sulit. Dari sudut pandang moral juga, saya pikir pengungsi seharusnya ditampung sementara saja. Tujuannya adalah agar mereka pulang dan membantu membangun kembali negara mereka.”